Sampurasun :)
Gunung Kelud merupakan gunung yang paling aktif di Indonesia, pada tahun 2014 terjadi letusan terakhir pada gunung Kelud itu sendiri yang membuat jalur pendakian dan jalur wisata ditutup untuk sementara. Jalur pendakian gunung Kelud dibagi menjadi 2 yaitu jalur pendakian dan jalur wisata, tapi sebenarnya kedua jalur ini sama-sama bisa menemukan puncak kelud atau kawahnya.
Singkat cerita, perjalanan ini dilakukan sehari setelah perjalanan ke gunung Bromo karena sudah ada janji sebelumnya untuk kesini dengan teman-teman yang berbeda. Sayang kan jika terbatalkan begitu saja. Berhubung saat ini saya masih menetap di Kampung Inggris, saya dan teman-teman memutuskan untuk melalui jalur wisata saja karena jarak yang ditempuh dari Kediri hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan saja dengan motor. Sementara jika ingin melewati jalur pendakian bisa memilih via Belitar.
Pada pagi hari kami sudah mendatangi tempat penyewaan sepeda motor, tenang jangan khawatir untuk urusan harga penyewaan motor di sini karena hanya dibandrol 25.000 dengan jaminan KTP saja (tergantung masing-masing rental penyewaan). Sekitar 4 motor masing-masing 2 orang kita siap untuk menuju gunung Kelud via jalur wisata. Saat tiba di bawah kaki gunung Kelud terdapat pusat oleh-oleh, tukang nanas, dan ada salah satu tempat wisata juga sebelah kiri saat menuju naik (lupa namanya). Ketika sampai di loket kita membayar karcis dengan harga 10.000 untuk 1 motor sudah termasuk dengan harga tiket masuk untuk 2 orang. Sangat terjangkau kan?
Saat memarkir kendaraan di bawah, saya rasa ini aga mirip dengan wisata Tangkuban Perahu jalan setapak dilapisi dengan aspal, cukup banyak yang menjual buah tangan, dan jasa foto. Sekedar info, kami tidak membawa perlengkapan khusus layaknya orang yang ingin mendaki gunung (sama saat saya ingin mendaki gunung Bromo). Tapi tetap kita tidak menyepelekan sebuah perjalanan. Udara di Kelud ini tetap dingin walaupun sudah menjelang siang, dari mulai parkiran jalan setapak sudah semakin naik bahkan bisa dibilang aspal yang terjal. Terlihat terdapat longsor dan jalan yang terbelah, mungkin dikarenakan letusan dahsyat 2014 silam. Pemandangan sekitar memang indah, kita berada di ketinggian dan dikelilingi degan tebing pegunungan terlihat tebing tersebut seperti berada di samping karena amat sangat jelas. Pemandangan ke bawah juga terlihat indah aga samar oleh kabut. Sesampainya di lahan datar kami pikir kita sudah sampai puncak gunug Kelud, sangat disayangkan jalur masih dalam tahap perbaikan paska letusan 2014 silam.. terlihat jelas terdapat pagar besar yang membatasi jalur menuju puncak dan kawah yang sebenarnya. Terlihat jelas dari balik pagar saat kami melihat ke bawah terlihat asap-asap sumber air panas yang sedang mengalir, dan jalanan panjang beserta terowongan indah untuk menuju puncak dan kawah kelud. Tapi pemandangan dimana kami berpijak tidak kalah indahnya dengan tebing-tebing pegunungan yang menjulang tinggi dan pemandangan bawah kota.
Mungkin untuk 1-2 tahun ke depan wisata Gunung kelud ini sudah rampung dari perbaikan dan gerbang tersebut sudah bisa diakses kembali. Sekedar informasi tambahan, saat menuju kawasan gunung Kelud ini kalian akan melewati Mysterious Road. Mysterious Road adalah sebuah tanjakan yang mempunyai daya kontragravitasi. Kalian bisa test sendiri dengan cara mematikan mesin kendaraan, maka kendaraan akan berjalan ke atas secara perlahan dengan sendirinya. Saat di sini kalian juga dilarang untuk berbicara keras atau teriak-teriakan ya karena dipercaya awan gelap akan menyelimuti gunung Kelud. Saya belum mencoba tapi sudah banyak yang berkata seperti itu, bahkan review pada blog lain.
Wilujeng siang :*
-Nana.


Komentar
Posting Komentar