Sampurasun :)
Singkat cerita, sampailah kita di kawasan Bromo Tengger Semeru tempat pemberhentian terakhir dan pergantian ke jeep untuk ke kawasan wisata Bromo.. sambil nunggu jeep persiapan kita juga bisa istirahat sejenak dan ke toilet karena nanti di atas cukup minim toilet. Spot sunrise yang kita tuju adalah Pos Dingklik karena ini merupakan yang paling dekat karena kita datang dari arah Pasuruan. Sesampainya di Pos Dingklik jeep diparkirkan di sisi jalan kemudian kita melanjutkan untuk naik ke spot sunrise.. daaaan hanya 5 menit.
Gunung Bromo dianggap sebagai gunung suci, Menurut cerita sejarah gunung Bromo dahulu kala adalah sebuah sebuah gunung terbesar di pulau jawa kemudian meletus dan terbentuklah sebuah komplek gunung yang di dalamnya meliputi lautan pasir, gunung Bromo, gunung Batok, Dan gunung Widodaren.
(Setelah kalian baca judulnya ngeselin gasih wkwk summit gunung Bromo padahal pake tangga cuy wkwk).
Baik mulai direview saja, karena saat ini masih berada di Kampung Inggris dan acara jalan-jalan ini diadakan dari lembaga tempat gue kursus (ada di blog sebelumnya). Urusan biaya dari Kampung Inggiris ke Bromo cuma 150.000 aja udah termasuk travel pulang-pergi, jeep di Bromo, tiket masuk Paralayang Malang dan kawasan Bromo Tengger Semeru hehe murah banget kan. Singkat cerita, waktu itu harus kumpul jam 21.00 di kelas bawah sambil brifing, sekitar jam 22.00 mulai jalan menuju Bromo. Sekedar info, daerah Malang itu ada pom bensin yang nyaman dah tapi lupa daerah mana, pom bensin itu sudah dipersiapkan untuk para pejalan jauh dengan fasilitas toilet khusus mandi berikut air panas dan dinginnya terus ada pusat oleh-oleh.Singkat cerita, sampailah kita di kawasan Bromo Tengger Semeru tempat pemberhentian terakhir dan pergantian ke jeep untuk ke kawasan wisata Bromo.. sambil nunggu jeep persiapan kita juga bisa istirahat sejenak dan ke toilet karena nanti di atas cukup minim toilet. Spot sunrise yang kita tuju adalah Pos Dingklik karena ini merupakan yang paling dekat karena kita datang dari arah Pasuruan. Sesampainya di Pos Dingklik jeep diparkirkan di sisi jalan kemudian kita melanjutkan untuk naik ke spot sunrise.. daaaan hanya 5 menit.
Pananjakan Pos Dingklik
Ini foto dari spot sunrise pos dingklik, kita sampe di spot ini dari jam setengah 3 pagian dan jangan ditanya udara di sini seperti apa karena kita datang di saat musim penghujan. Liat orang di sekeliling juga nampak memakai jaket tebal, sarung tangan, dan hansaplas dihidung. Sedikit naik ke kiri ada spot Bukit Cinta aga lebih sepi. Selain spot pos dingklik dan bukit cinta, masih ada spot bukit kingkong dan puncak pananjakan.
Sekitar pukul 6.30 kita kembali ke jeep untuk persiapan ke pasir berbisik, bukit teletabis, dan gunung Bromo.
Jarak antara pasir berbisik menuju gunung Bromo cukup jauh dan berpasir hingga ke puncak Bromo, jadi kebayang kan kalo banyak angin dan cuaca panas akan seperti apa. Sekitar pasir berbisik cukup banyak yang menawarkan penyewaan kuda sampai ke kaki tangga menuju kawah Bromo, kisaran 30.000. Sepertinya sayang jika perjalanan tidak dinikmati layaknya ingin melakukan penanjakan sebuah gunung. Akhirnya banyak dari kami yang terpisah saat menuju kawah karena sebagian teman ada yang menyewa jasa kuda, sementara saya bersama 3 orang teman memutuskan untuk berjalan hingga kawah. Terlihat dari jauh tangga tersebut landai dan tidak terlalu tinggi, namun saat tiba di kaki tangga dan melihat ke atas ternyata berbeda dari ekspetasi awal. Tangga menjulang tinggi dan curam, banyak pasir di tangga dan antrian turis yang padat. Selama menaiki tangga kita ditemani dengan pemandangan indah, kaki gunung batok terlihat jelas berdampingan dengan gunung bromo, gagahnya gunung Semeru juga tak kalah jelas indahnya, sungguh kuasa Allah yang tiada. Tak terasa 45 menit kita sudah sampai bibir kawah, dan tidak berhenti takjub melihat pemandangan sekitar, panasnya matahari tersingkirkan sudah. Suara gemuruh kawah Bromo terdengar jelas seperti baling-baling helikopter. Percikan api bersamaan dengan sedikit letupan lumpur keluar dari dalam kawah.
Sekedar info tambahan, saya hanya melihat 1 komplek toilet saja dan hanya itupun dengan antrian yang panjang.
Setelah turun kemudian ke bukit teletabis, pemandangan tebing-tebing indah yang hijau sangat memanjakan mata, pada spot ini kalian bisa membeli makan dan foto-foto di parkiran jeep. Dirasa sudah cukup menikmati wisata Bromo Tengger Semeru, kemudian kita melanjutkan perjalanan menuju Paralayang Malang. Setibanya disana hari sudah gelap, gemerlap kota Malang sangat indah dilihat dari atas sini, gunung juga sangat jelas terlihat besarnya dari atas sini entah apa nama gunung tersebut. Wisata Paralayang berdampingan dengan wisata Omah Kayu, untuk arah kesini juga cukup banyak wisata lainnya. Jangan khawatir untuk masalah makan, toilet, dan solat, sekitar Paralayang ini juga fasilitas sudah lengkap ko.
(Pasir Berbisik)
(Bukit Teletabis)
Semoga bermanfaat ya.
Wilujeng enjing :*
-Nana.



Komentar
Posting Komentar