Sampurasun :)
Kota Bandung atau kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini. Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Banyak sekali seniman yang berasal dari kota kembang ini, salah satunya sebut saja dia ayah Pidi Baiq. Selanjutnya kuambil kutipan nyatanya yang bisa saya rasakan, yaitu "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi". Kalian bisa menemukan tulisan tersebut di Jl. Asia Afrika. Saat kurasa dinginnya malam di kota kembang ini, tapi kurasakan pula kehangatan orang baik di sekelilingku. Memang tak salah jika kota Bandung banyak disebut dengan kota cinta, banyak orang-orang baik tercinta dan terkasih. Seakan-akan mereka tidak diselimuti dengan kemunafikan, berbicara sesuai situasi dan bisa mengkondisikan entah dengan siapa bercakap. Tak ada bedanya antara kotaku saat ini di Depok jika dibandingkan dengan Bandung pada siang hari, sama saja panas yang dirasa namun kumerasakan perbedaan dibenak. Saat malam hari telah tiba sungguh indah pemandangan gemerlap kota Bandung, apalagi jika disaksikan dari ketinggian. Semeliwir angin yang berhembus ditemani dengan city light yang menawan.
Apa masih ada yang tidak suka Bandung atau belum mengenalnya? Mungkin ada untuk sebagian kecil sangat kecil. Tapi kurasa untuk hal itu agak tidak mungkin, saat kutahu kota Bandung dipadati dengan plat nomor kendaraan B apalagi disaat hari libur tiba, di samping itu juga Bandung telah menyediakan berbagai macam wisata yang bisa membuat wisatawan kembali dan kembali lagi ke kota ini. Itu berarti bisa kuambil sedikit kesimpulan bahwa Bandung ini tempat mengadu hati untuk mencari kebahagiaan entah itu karena apa dan bagaimana caranya bisa merasakan kebahagiaan di kota kembang ini.
Kubukan berasal dari Bandung, hanya saja kehidupan sejak dini sudah mengajarkanku untuk mengharuskan beberapa kali menetap di sana. Dulu memang belum semengerti saat ini, tapi untuk awal arti kecil dari kenyamanan sudah sedikit kurasakan. Kemudian karena situasi tertentu kuterpisahkan kembali dengan kota itu, untuk kembali ke Depok. Namun sesekali jika rindu kusempati untuk menyinggahi kota itu, yaaaa untuk sedikit pelipur rindu. Saat beranjak dewasa dan menyelesaikan pendidikanku, niatku kembali untuk mencari nafkah di kota kembang. Rezeki tersebut kudapatkan di Ciamis, Jawa Barat. Memang agak sedikit kecewa tapi baiklah, ini adalah rezeki. Ternyata pekerjaan tersebut mengharuskanku untuk beberapa kali ke Bandung, ternyata bersistem mobile antara kantor satu dengan kantor yang satunya. Saat kutahu sistem kerja yang seperti ini, cukup menyenangkanku saat penat bekerja dapat merasakan selingan kesenangan hati yang sederhana saat menyinggahi Bandung kembali walaupun untuk sebuah tugas. Sampai akhirnya.. Setia Budi, Bandung menjadi saksi klise cerita hatiku antara seseorang yang sudah kupilih dengan sesama pemahaman hati. Kala itu Bandung semakin berhasil membuatku terpikat dengan hiruk pikuknya yang begitu nyaman. Kebetulan sampai saat tulisan ini direlease, ceritaku dengannya sudah berjalan selama beberapa tahun. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke Depok untuk merubah nasibku soal pekerjaan.Setelah kudapatkan pekerjaan baru di sebuah perusahaan, kutetap sempatkan untuk singgah ke Bandung mengadu hati tentang kenyamanan.
Sampai suatu saat waktuku mulai terhimpit dengan kesibukan pekerjaan yang tiada henti, ke Bandung untuk berniat menenangkan hatipun selalu ternomor sekian. Bahkan bukan hanya hubunganku dengan Bandung yang menjadi renggang, dengan seseorang yang kumaksudkan keadaannya juga begitu. Seiring berjalannya hubungan yang terjalin, kumemutuskan akhirnya kitapun memutuskan untuk berjalan masing-masing. Sungguh berat meninggalkan dua kenyamanan sekaligus secara bersamaan. Satu sisi kusangat membutuhkan Bandung sebagai tempat ternyaman mengadu permintaan kenyamanan hatiku, satu sisi kujuga belum bisa sesuka hati pergi kesana seperti sedia kala karena persoalan pelik itu. Berat hatipun kutinggalkan Bandungku dan paket cerita kenangan yang begitu gradasi di Bandung. Ku membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk meninggalkan Bandungku itu untuk memulihkan semuanya. Akhirnya kumemutuskan untuk pergi dari satu kota ke kota lainnya dengan maksud dan tujuan berlibur pelipur lara. Memang cukup nyaman, namun tak senyaman Bandungku. Tak terasa satu tahunpun berlalu ku meninggalkan Bandungku demi tempat-tempat baru, bukan maksud hati melupakan namun mencari pelarian kenyamanan-kenyamanan untuk sesaat.
Tidak kupungkiri semua kutipan tentang Bandung dan ayah Pidi Baiq memang benar.
Akhirnya setelah sekian lama kusudah berani kembali ke Bandungku dengan segala keceriaan hati yang siap dibuat nyaman kembali oleh Bandungku.
Salam,
-Nana.

Komentar
Posting Komentar